Selasa, 28 Februari 2012

prestasi

Raih Prestasi Hingga Internasional
Senin, 12 Desember 2011 21:00:41 Raih Prestasi Hingga Internasional
Reporter: Nidhomatum .M.R

blokBojonegoro.com - Memiliki prestasi di Tingkat Lokal,  Tingkat Nasional dan Internasional pastinya menjadi kebanggaan tersendiri yang patut disyukuri. Hal itulah yang menjadi motivasi Rofiatul Muna, Pemenang Juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Internasional tahun 2009 di Yogyakarta, Indonesia.

Putri pasangan Abdul Hamid dan Nikmatin ini, memang semenjak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas III  sudah digembleng kedua orang tuanya untuk berkecimpung di dunia yang erat kaitannya dengan pedoman utama umat Islam, Alquran tersebut.


"Sejak kelas III orang tua saya sudah mengikutsertakan saya kursus-kursus qori' mbak, disamping itu juga belajar dari Bapak dan Ibu yang kebetulan juga mahir di bidang ini," ujar Rofiatul Muna saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com.


Ditambahkan, sebenarnya tidak mudah mendalami serta meningkatkan kemampuan melantunkan ayat-ayat Alquran. Sebab, suara dan cengkok pembacaan juga harus benar-benar memiliki keahlian. "Untuk menjaga suara, orang tua saya melarang makan makanan-makanan yang berminyak, dan makanan yang bisa mempengaruhi kualitas suara, hal itu diintruksikan sejak kecil," ungkapnya.


Ditambahkan, dari tahun ketahun ia bersyukur bisa terus meningkatkan prestasinya hingga tembus ke ajang internasional. Putri yang akrab dengan panggilan Muna ini telah meraih juara sejak kelas III SD, prestasi awalnya dimulai di ajang MTQ tingkat Kabupaten Bojonegoro tahun 2004 dalam ajang ini ia meraih juara I. Prestasi ini memberi jalan untuk melaju ke Tingkat Provinsi  tahun 2005 di Kota Sumenep, Madura, dengan prestasi Juara harapan I MTQ tingkat anak.  Setelah melaju ke Tingkat Provinsi, akhirnya ia bisa mewakili Indonesia ke tingkat Internasional tahun 2009 dengan prestasi juara I pula. Saat ini Muna fokus pada pembinaan jelang seleksi MTQ Tingkat Nasional kategori remaja, yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2012 di Ambon.


Namun, dibalik prestasinya yang membanggakan itu, siswi MAI Attanwir Sumberrejo Bojonegoro ini  menyayangkan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atas prestasi di bidang MTQ.


"Sebenarnya, saya tidak menginginkan apresiasi macam-macam mbak, namun  setidaknya lebih diperhatikan jangan  dianak tirikan, kadang kalau ada info pembinaan dari Provinsi saya tahunya bukannya dari pihak Pemkab, tapi dari sms teman luar daerah, padahal pemberitahuan melalui fax sudah sampai di meja dinas terkait," keluhnya. [lis] 

saya ambil dari :http://blokbojonegoro.com/read/module/20111212/raih-prestasi-hingga-internasional.html


satu lagi...
 
MEDAN (Waspada) : Pimpinan Majlis Ta’lim Jabal Noor Medan AlUstadz KH Zulfiqar Hajar berharap  kemenangan yang diraih Ja’far Hasibuan, 32, menjadi semangat baru bagi para qori di Sumut untuk  lebih gigih berlatih. Sebagaimana diketahui, qori asal Sumut yang mewakili Indonesia dalam MTQ  antar mahasiswa tingkat Internasional di Iran pada 3  10 Februari 2012 ini, berhasil meraih  juara pertama.

Hal itu disampaikan Zulfikar saat menyambut kedatangan Ja’far Hasibuan sekaligus acara syukuran  di kediamannya di Perumahan Lalang Green Land, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Sabtu (18/2).

Setibanya Bandara Polonia Medan, Ja’far disambut anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kabag Agama  dan Pendidikan Pemko Medan Drs Suhaidi, Al Ustadz KH Amiruddin MS dan Drs H Amhar Nasution MA,  Bawasiqoh Sumut Ucha Sinulingga dan Ketua Jam’iyyatul Qurra Drs H Fadhlan Zainuddin.

Dalam sambutan singkatnya di kediaman Ja’far Hasibuan, KH Zulfiqar Hajar  mengungkapkan rasa  gembira dan bangganya, karena muncul lagi qori berprestasi dari Indonesia, khususnya asal Sumut.  Hal ini, menunjukkan Sumut masih memiliki segudang qoriqoriah yang siap berprestasi dalam  bidang tilawah maupun tahfiz Alquran. Tidak saja di tingkat nasional, tapi juga di tingkat dunia  sebagaimana dibuktikan Ja’far Hasibuan.

“Apa yang diraih Ja’far Hasibuan di tingkat internasional ini, perlu mendapat penghargaan dari  pemerintah. Jangan olahragawan saja yang diberi penghargaan dari pemerintah jika meraih  prestasi, tetapi juga para peraih prestasi di bidang agama, khususnya dalam bidang Alquran layak  diberi penghargaan yang tinggi,” tegas KH Zulfiqar Hajar yang juga Ketua Komisi Dakwah dan  Pengembangan Masyarakat MUI Kota Medan.

Dia juga menjelaskan, keberadaan Majlis Ta’lim Jabal Noor bukan saja membimbing jamaah calon  haji, tapi hingga sekarang masih eksis membimbing dan mengajarkan anakanak membaca Alquran,  bahkan menghafal Alquran tanpa dipungut bayaran.

“Saya akan mengundang khusus qori dan qoriah serta hafiz dan hafizah untuk datang menyambut  Ja’far Hasibuan di Majlis Ta’lim Jabal Noor Jln. Ngalengko No 13 Medan dalam waktu dekat ini,”

Jumat, 17 Februari 2012


Qori Indonesia Juara MTQ Internasional
 

TAHUN 2008 : Kuala Trengganu, Malaysia - Qori Indonesia, Mu`min Mubarok, berhasil meraih juara pertama untuk kategori pria dalam Musabaqoh Tilawatil Qur`an (MTQ) Internasional ke-50 di Taman Peradaban Islam di sini Senin malam.

Mu'min berhak hadiah uang senilai 28.552 ringgit Malaysia, tropi dan sertifikat. Hadiah yang sama juga diterima Fatimah Ha'ra'ti asal Thailand yang berhasil menjadi juara pertama untuk kategori putri.

Juara kedua kategori pria dimenangkan oleh Abdul Karim Mubarak dari Marokko sedangkan tempat ketiga dimenangkan Reza Mohammad Poor dari Iran.

Pada kelompok putri, juara kedua dan ketiga dimenangkan oleh Sharifah Khasif Fadzilllah Syed Mohd Badiuzzaman dari Malaysia dan Nurfaezah Emran dari Brunei Darussalam.

Pemenang kedua menerima hadiah senilai 10.164 ringgit Malaysia, sebuah tropi dan sertifikat dan pemenang ketiga menerima hadiah uang 6.776 ringgit Malaysia.

Pada kesempatan tersebut, juga diluncurkan dua buku yang diterbitkan dalam tiga bahasa - Melayu, Inggris dan Arab - oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim) untuk memperingati 50 tahun MTQ Internasional, demikian seperti dilaporkan Bernama. (*)






TAHUN 2005: London – Qari Indonesia Deden Muhammad Makhyaruddin berhasil meraih juara satu kategori bergengsi lomba hafalan Quran 30 juz dan tafsirnya pada Musabaqah Tahfiz, Tajwid, dan Tafsir Al-Quran (MTQ) Internasional di Kairo.
MTQ ke-6 yang memperebutkan Piala Raja Mohammed VI itu diselenggarakan di Casablanca, Maroko, kata Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Maroko Rahmat Azhari dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Rabu.
Ia menyebutkan bahwa MTQ diikuti oleh 52 peserta dari 34 negara memperlombakan dua kategori, yaitu tilawatil Quran dan hafalan Quran 30 juz dan tafsirnya.
Dewan juri MTQ itu terdiri atas 10 hakim dari berbagai negara Islam, katanya dan menambahkan bahwa Indonesia mengirimkan delegasi yang terdiri atas tiga orang yaitu Syarifuddin Ahmad sebagai ketua delegasi, Deden Makhyaruddin dan Muhammad Siddik bin Syafii.
Usai pengumuman pemenang, Duta Besar RI Tosari Widjaja didampingi staf menerima delegasi di Wisma Duta dan menyampaikan ucapan selamat atas capaian yang diraih yang tentunya menambah harumnya nama bangsa Indonesia.
MTQ digelar dari tanggal 4 hingga 7 Februari 2011, Dubes RI Tosari Widjaja didampingi PF. Pensosbud dan staf ikut menghadiri acara pembukaan bertempat di Masjid Hassan II Casablanca Maroko.
Menteri Wakaf dan Urusan Islam Ahmed Toufik membuka MTQ yang dihadiri Sekjen Majlis Ilmi A-la Maroko, Gubernur Casablanca, ulama-ulama Maroko serta para duta besar negara muslim sahabat, para dewan juri dan seluruh peserta musabaqah.
Prestasi Qari Indonesia pada MTQ ini, adalah untuk yang kedua kalinya, setelah Qari Irham Dongoran berhasil meraih juara II untuk jenis lomba yang sama pada tahun 2010.
MTQ diselenggarakan atas intruksi Raja Mohammed VI yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005 yang menghadirkan peserta dari negara-negara mayoritas penduduk beragama Islam, dan Indonesia selalu menerima undangan dan ikut serta setiap tahunnya.





tahun 2000: Prestasi Indonesia patut dibanggakan dalam lomba seni baca Alquran atau Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional," kata Menteri Agama (Menag), Said Aqiel Munawar

Di sela-sela kesibukannya menyaksikan malam final cabang Tilawah di arena STQ Nasional di Mataram, Kamis malam dia menjelaskan, pada setiap MTQ tingkat internasional qori dan qoriah Indonesia selalu meraih juara.

"Bahkan juara internasional tersebut sering direbut oleh qori dan qoriah asal NTB," katanya.

Dikatakannya, pada MTQ Internasional tahun 2000 yang dilaksanakan di Libya, juara I dan II diraih qori Indonesia, sedangkan pada MTQ Internasional di India juara I Qori juga diraih Indonesia atas nama Safarudin asal NTB.

Atas prestasi tersebut pemerintah memeberikan hadiah tiket naik haji ke Makkah.

Qori dan qoriah asal NTB cukup banyak yang pernah meraih juara internasional seperti Ahyar Rosidi, Safarudin dan Nurhasanah.

Menurut Menag, pembinaan terhadap qori dan qoriah terus dilakukan baik melalui pondok pesantren maupun Taman Pendidikan Alquran.

Melalui pembinaan tersebut diharapkan prestasi qori dan qoriah Indonesia akan tetap mampu bersaing di dunia internasional, sehingga nama Indoensia semakin harum.

Menag yang juga mantan qori terbaik tahun 1974 menjelaskan, qori dan qoriah tersebut tidak luntur dengan zaman atau usia dan dia tetap eksis kapan saja.

"Yang penting mereka mau mengamalkan ilmu yang mereka miliki," tambahnya.

Pada setiap pembukaan MTQ maupun STQ baik untuk tingkat propinsi maupun nasional, Menag selalu mengumandangkan suaranya termasuk pada pembukaan STQ di Mataram.

"Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi para qori dan qoriah agar tidak minder dalam menghadapi berbagai event yang dilaksanakan




Rabu, 15 Februari 2012

tips agar suara merdu

Salah satu cara supaya suara merdu

Semua orang pasti ingin mempunyai suara yang merdu,apalagi bagi qori' lovers ni pastinya suara merdu adalah modal yang sangat dibutuhkan ketika qiro'ah Tapi gimana kalo suara anda gak merdu?? Wah, punya hobi qiro'ah tapi suaranya kurang merdu setidaknya akan mengurangi keindahan anda ber qiro'ah. Jangan khawatir, karena kali ini kita akan membahas sama2 supaya suara kita menjadi merdu.

Banyak info di internet bilang kalo ingin mempunyai suara merdu bisa mengunakan obat ramuan tradisional ini:

1. Siapkan 2 buah jeruk nipis, kapur sirih, garam, madu asli.
2. Pertama potong jeruk nipis menjadi dua bagian, peras dan ambil airnya.
3. Lalu campur dengan kapur sirih sedikit aja, dan garam seujung kuku.
4. Dan terakhir, masukan satu sendok makan madu asli, dan aduklah hinga rata.
5. Kemudian ramuan tersebut diminum sampe habis.

- Lakukan cara ini satu kali seminggu, sehingga dalem 1 bulan suara anda bisa jadi merdu, dan yang udah mempunyai suara merdu akan menjadi lebih merdu. Jika ingin suara merdu anda terpelihara, lakukan cara ini 2 kali sebulan agar suara anda merdu dan awet. (saya belum pernah mencoba jadi saya kurang tau apa ini berhasil apa gak, tapi kalo udah ada yang pernah nyoba, silahkan komen dan beritahu gimana hasilnya....)

Info berikut ini saya dapet bayangan disini. Jika anda ingin suara anda terawat, ada beberapa tips untuk merawat suara anda, yaitu:

1. Banyak minum air putih. Pita suara kita bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara tetap basah. Kalo kering nanti suaranya bisa serak. Makan buah yang mengandung kadar air tinggi juga bisa, seperti apel, pear, anggur, semangka, melon dll.

2. Hindari alkohol dan kafein.

3. Jangan terlalu banyak ngomong, suara kita juga perlu istirahat.

4. Jangan merokok. Kalo anda suka merokok tapi ingin menjadi penyanyi, segeralah berhenti. Karena rokok dapet menyebabkan kanker dan membuat iritasi pita suara.

5. Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi nada tinggi atau rendah. Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah, untuk menghindari tegangan yang berlebih pada otot. Jika terjadi tegangan berlebih untuk waktu yang lama bisa menyebabkan turunnya jangkauan nada suara.

6. Jangan menyalahgunakan suara anda, contohnya dengan berteriak, berbicara terlalu keras dll. Karena ini membuat suara kita jadi serak, dan serak ini maksudnya pita suara kita mengalali iritasi.

7. Ketika sakit hemat suara. Jadi misalnya anda lagi sakit demam, infeksi, batuk, pilek, sakit tenggorokan atau serak, sebaiknya jangan bernyanyi dulu karena ini akan memperlama masa penyembuhan anda dan suara anda malah bertambah serak.

8. Gunakan suara dengan baik. Saat anda berbicara harus hati2 jangan sampe kena luka, perhatikan cara bicara agar terhindar dari iritasi suara. Juga ketika berbicara kepada kelompok besar diluar gedung pertimbangkan penggunaan pengeras suara. Berbicara keras tanpa pengeras suara bisa menyebabkan ketegangan yang berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik pergunakan pengeras suara.

9. Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu. Kelembaban udara baik untuk suaramu.


Sebelum menyanyi sebaiknya melakukan pemanansan dulu, seperti:

1. Lakukan senam mulut dan lidah dipagi hari untuk pernafasan sikulasi yang baik. Bisa dilakukan di toilet, di kamar, tempat kerja dll.

2. Lakukan humming atau cooing dipagi hari untuk pemanasan suara.

3. Jikla ingin melakukan aktivitas suara yang kompleks atau pemanasan suara yang kompleks, sebaiknya melakukan pemanasan suara yang sederhana seperti do, re, mi, fa, sol, la, si do........diulang2.

4. lakukan pemansan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu dan rahang.

5. Setelah selesai latihan atau beraktivitas suara, lakukan pendinginan yang caranya serupa dengan pemanasan.

Sekarang anda udah tau tips dan trik membuat dan menjaga suara merdu. Tapi saya mempunyai cara sendiri supaya suara kita bisa merdu. Mau tau?? kalo pengen tau silahkan baca lebih lanjut.

Cara yang saya lakukan agar suara saya merdu sangatlah sederhana, caranya adalah dengan meminum madu asli minimal 1 kali sehari dan maksimal 3 kali sehari. Selain meminum madu setiap hari, latih juga suara anda dengan mendengar lagu favorit anda dan ikut bernyanyi. Pertama-tama suaranya memang masih kurang, tapi kalo anda udah sering melatihnya, maka suara anda akan merdu dan memiliki ciri khas tersendiri.

saya ambil dari:http://www.zimbio.com/member/aap1295/articles/KiLGXy2wnmF/Cara+Supaya+Suara+Merdu 


Hal-hal Yang Perlu Diketahui Oleh Para Qari' Dan Qari'ah



Seorang Qori' Qori'ah yang ingin sukses dalam penampilan bacaannya, maka harus mengetahui sekaligus mempraktekkan hal-hal yang disebutkan di bawah ini:

1. Nafas

adalah satu bagian yang sangat penting dalam seni baca Al-Qur'an. Seorang Qori' Qori'ah yang memiliki nafas panjang akan membaca kesempurnaan dalam bacaannya, akan terhindar dari waqaf (berhenti) yang bukan pada tempatnya (tanaffus) atau akan terhindar dari akhiran baca yang kurang harmonis karena kehabisan nafas dan juga dari bacaan yang terlalu cepat (tergesa-gesa) karena mengejar sampainya nafas.

Oleh karena itulah seorang qori' harus selalu berusaha memelihara dan meningkatkan masalah nafas ini dengan cara-cara sebagai berikut:

a. Senam Pernafasan

b. Lari, melatih nafas bisa juga dengan cara berlari terutama lari pagi. Adapun ukuran jauhnya untuk pertama kali latihan sekurang-kurangnya 1 km bolak-balik. Dan kalau ingin jauh (lebih lama lagi) lebih baik, asal tenaga masih mampu.

c. Renang, bisa juga untuk latihan memperpanjang nafas. Caranya sebagaimana aturan renang pada umumnya. Boleh juga dengan cara menyelam.

 
2. Suara

Bagian yang tidak kalah pentingnya lagi dalam seni baca Al-Qur'an adalah masalah suara, sebagaimana diketahui bahwa suara manusia itu banyak perubahan, sejalan dengan bertambahnya usia atau karena masa yang dialaminya, yaitu dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, tua sampai tua renta.

Dalam kaitannya dengan keperluan seni baca Al-Qur'an, maka yang paling banyak peranannya adalah masa akhir kanak-kanak, remaja dan dewasa. Dan perubahan-perubahan tersebut pada umumnya adalah dari kanak-kanak ke remaja di situlah akan terjadi perubahan-perubahan yang sangat mengejutkan yaitu antara usia 14 sampai 16 tahun. Suatu contoh, ketika masih anak-anak bisa bersuara lantang dan melengking serta nyaring dengan hanya memakai suara luar saja. Tetapi setelah menginjak usia remaja, maka suara tersebut sudah berubah total menjadi berat sekali.

Jika suara seperti ini dipakai untuk keperluan seni baca Al-Qur'an yang memerlukan suara/nada tinggi tentu sangat berpengaruh sekali dengan bacaannya, bahkan kalau dipaksakan bisa menjadi suara yang pecah.

Untuk itulah bagi para Qori' yang mengalami perubahan seperti itu harus menggabungkan suara luarnya dengan suara dalam, yaitu suara yang menekan. Memang pada awalnya kurang begitu enak didengar (kaku) dan tentunya memerlukan latihan secara kontinyu untuk bisa menggabungkan dengan baik manfaat lain dari suara tersebut adalah nafas bisa lebih hemat.

Perubahan-perubahan secara mencolok tersebut biasanya dialami oleh laki-laki, sedangkan suara pada umumnya memakai suara luar walaupun di antaranya ada juga yang memakai suara dalam.

Untuk memelihara serta menghaluskan suara memang ada beberapa hal yang harus dilakukan dan juga harus dijauhi, yaitu:

Makanan dan Minuman

Makanan-makanan yang harus dijauhi adalah yang banyak mengandung lemak (berminyak), seperti: gorengan-gorengan, makanan yang pedas, makanan yang keras, merokok, kalau buah-buahan seperti, nanas, pisang, salak, melinjo, pete, jengkol, dan lain-lain yang terdapat serat.

Sedangkan minuman-minuman yang harus dijauhi, seperti: es, minuman yang banyak santannya, kopi/teh yang terlalu banyak kadar gulanya, dan sebagainya.

Adapun hal-hal yang bisa memberatkan suara adalah seperti: makan yang terlalu kenyang, ketidakstabilan dalam tidur, yakni kekurangan atau terlalu banyak tidur.


Untuk menghaluskan serta menguatkan suara, seorang Qori' bisa melakukan cara-cara seperti yang disebutkan di bawah ini, yaitu:

  1. Membiasakan minum air masak yang sudah diembunkan di malam hari.
  2. Makan kuning telur ayam kampung, bisa juga dicampur dengan madu asli untuk menguatkan suara.
  3. Minum air putih, air jahe, dan air jeruk.
  4. Membiasakan puasa senin-kamis, bahkan setiap hari lebih baik lagi.
  5. Melakukan gurah, cara ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang sedikit sekali jumlahnya, yaitu dengan memakai ramuan-ramuan yang dicampuri bawang putih lalu dimasukkan ke hidung sampai keluar dahak-dahak yang ada di dalam hidung maupun tenggorokan. Biasanya + 1 jam lamanya, setelah itu diberi do'a-do'a (wirid-wirid) yang harus diamalkan pada waktu tertentu dan menjauhi makanan/minuman yang menjadi pantangannya.
Demikianlah usaha yang bisa dilakukan dalam pemeliharaan serta peningkatan masalah nafas dan suara. Sebaiknya untuk para Qori' mencari guru yang berpengalaman dalam bidang itu dan bertanya tentang berbagai hal yang berhubungan dengan seni baca Al-Qur'an, dan yang penting lagi adalah latihan secara kontinyu di segala waktu baik pagi, siang, sore, maupun malam. Tentunya jangan sampai mengganggu orang-orang di sekitar sedangkan manfaatnya, agar kita mempunyai suara yang bisa tahan di segala waktu. 


Cara Cepat Mempelajari Lagu-lagu Tilawatil Qur'an


Ada beberapa cara yang dianggap lebih cepat berhasil menguasai serta memahami lagu-lagu tilawatil Qur'an, sehingga bisa menyusun satu maqro' dengan komposisi lagu yang cukup sempurna, yaitu:

 
a. Melalui tape recorder

Alat ini banyak sekali manfaatnya dalam kaitannya mempercepat menguasai lagu-lagu tilawatil Qur'an, karena dengan sering mendengarkan, mempelajari serta mempraktekkan, maka lama-kelamaan akan melekatlah lagu-lagu tersebut ke dalam ingatan kita.

 
b. Menghafal tausyih

Di dalam bait-bait syair tausyih yang bisa dijadikan sebagai standar lagu-lagu tilawatil Qur'an itu terdapat cabang-cabang lagu yang cukup lengkap, sehingga dengan menghafal/mengingatnya akan dapat dengan mudah menerapkan ke dalam ayat-ayat Al-Qur'an.

 
c. Dengan Menghafal lagu basmalah

Maksudnya adalah menghafal basmalah tiap-tiap awal lagu (aslinya), seperti contoh lagu nahawand misalnya, jika sudah hafal basmalahnya maka untuk meneruskan kepada nada berikutnya akan lebih mudah. Jadi kuncinya adalah terletak pada basmalahnya.
 



Mengenal Bentuk Lagu-lagu Tilawatil Qur'an

 Bentuk lagu-lagu tilawatil Qur'an mempunyai banyak kelainan jika dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya, seperti lagu-lagu nyanyian misalnya, maka bisa dipelajari dengan cara menghafal not-notnya, seperti: Do Re Mi Fa Sol La Si Do, karena memang di situlah kuncinya dan juga biasanya lagu-lagu tersebut diiringi dengan musik.

Tapi lain halnya dengan lagu-lagu tilawatil Qur'an yang tidak bisa dipelajari dengan melalui not-not tersebut, sebab memang bentuk-bentuk gaya lagunya mempunyai ciri khas tersendiri di samping itu lagu-lagu tilawatil Qur'an tidak memakai alat musik untuk mengiringinya, kecuali untuk keperluan lagu-lagu qasidah yang sudah disederhanakan, dan juga karena kerumitan fariasi dan hoyahnya yang sulit sekali untuk dipelajari dengan menggunakan not.

Para guru Qurra' pada umumnya selalu memakai lagu-lagu selingan sebagai contoh untuk membawakan nada-nadanya, dan kadang-kadang juga memakai gerakan tangan untuk mengikutinya.

Contoh-contoh selingan tersebut seperti: 

ياليل .... ياليل ليل .... يايايا ياليل يا.... ليل .... ياليل
 

dikutip dari:http://qiraatman12jakarta.blogspot.com/2011/08/hal-hal-yang-perlu-diketahui-oleh-para.html



adab membaca al qur'an

Adab Membaca Al-Quran

Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:


1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.

Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, “Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.” (At-Tibyan, hal. 58-59)


2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Rosululloh bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.” (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)

Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.


3. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.

Alloh Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.


4. Membaguskan suara ketika membacanya.

Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.


5. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu’.

Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). Wallohu a’lam.


dikutip dari: Abu Hudzaifah Yusuf
Artikel www.muslim.or.id

Kamis, 09 Februari 2012

syarat qiro'at

 

Macam-Macam Dan Syarat-Syarat Qiraat

1.      Macam-macam qiraat
a.       Dari segi kuantitas
1)      Qiraah sab’ah (qiraah tujuh)
Kata sab’ah artinya adalah imam-imam qiraat yang tujuh. Mereka itu adalah : Abdullah bin Katsir ad-Dari (w. 120 H), Nafi bin Abdurrahman bin Abu Naim (w. 169 H), Abdullah al-Yashibi (q. 118 H), Abu ‘Amar (w. 154 H), Ya’qub (w. 205 H), Hamzah (w. 188 H), Ashim ibnu Abi al-Najub al-Asadi.
2)      Qiraat Asyrah (qiraat sepuluh)
Yang dimaksud qiraat sepuluh adalah qiraat tujuh yang telah disebutkan di atas ditambah tiga qiraat sebagai berikut : Abu Ja’far. Nama lengkapnya Yazid bin al-Qa’qa al-Makhzumi al-Madani. Ya’qub (117 – 205 H) lengkapnya Ya’qub bin Ishaq bin Yazid bin Abdullah bin Abu Ishaq al-Hadrani, Khallaf bin Hisyam (w. 229 H)
3)      Qiraat Arba’at Asyarh (qiraat empat belas)
Yang dimaksud qiraat empat belas adalah qiraat sepuluh sebagaimana yang telah disebutkan di atas ditambah dengan empat qiraat lagi, yakni : al-Hasan al-Bashri (w. 110 H), Muhammad bin Abdurrahman (w. 23 H), Yahya bin al-Mubarak al-Yazidi and-Nahwi al-Baghdadi (w. 202 H), Abu al-Fajr Muhammad bin Ahmad asy-Syambudz (w. 388 H).
b.      Dari segi kualitas
Berdasarkan penelitian al-Jazari, berdasarkan kualitas, qiraat dapat dikelompokkan dalam lima bagian.
1)      Qiraat Mutawatir, yakni yang disampaikan sekelompok orang mulai dari awal sampai akhir sanad, yang tidak mungkin bersepakat untuk berbuat dusta. Umumnya, qiraat yang ada masuk dalam bagian ini.
2)      Qiraat Masyhur, yakni qiraat yang memiliki sanad sahih dengan kaidah bahasa arab dan tulisan Mushaf utsmani. Umpamanya, qiraat dari tujuh yang disampaikan melalui jalur berbeda-beda, sebagian perawi, misalnya meriwayatkan dari imam tujuh tersebut, sementara yang lainnya tidak, dan qiraat semacam ini banyak digambarkan dalam kitab-kitab qiraat.
3)      Qiraat Ahad, yakni yang memiliki sanad sahih, tetapi menyalahi tulisan Mushaf Utsmani dan kaidah bahasa arab, tidak memiliki kemasyhuran dan tidak dibaca sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan.
4)       Qiraat Syadz, (menyimpang), yakni qiraat yang sanadnya tidak sahih. Telah banyak kitab yang ditulis untuk jenis qiraat ini.
5)      Qiraat Maudhu’ (palsu), seperti qiraat al-Khazzani
6)      As-Suyuthi kemudian menambah qiraat yang keenam, yakni qiraat yang menyerupai hadits Mudraj (sisipan), yaitu adanya sisipan pada bacaan dengan tujuan penafsiran. Umpamanya qiraat Abi Waqqash.
2.      Syarat-syarat Qiraat
Untuk menangkal penyelewengan qiraat yang sudah muncul, para ulama membuat persyaratan-persyaratan bagi qiraat yang dapat diterima. Untuk membedakan antara yang benar dan qiraat yang aneh (syazzah), para ulama membuat tiga syarat bagi qiraat yang benar.
Pertama, qiraat itu sesuai dengan bahasa arab sekalipun menurut satu jalan.
Kedua, qiraat itu sesuai dengan salah satu mushaf-mushaf utsmani sekalipun secara potensial.
Ketiga, bahwa sahih sanadnya baik diriwayatkan dari imam qiraat yang tujuh dan yang sepuluh maupun dari imam-imam yang diterima selain mereka.
Setiap qiraat yang memenuhi kriteria di atas adalah qiraat yang tidak boleh ditolak dan harus diterima.
refrensi:.
http://makalahzaki.blogspot.com/2011/10/macam-macam-dan-syarat-syarat-qiraat.html

QIRO'AT SAB'AH

        qiro’at sab’ah atau qiro’at tujuh adalah macam-macam cara membaca al-qur’an yang berbeda. disebut qiro’at tujuh karena ada tujuh imam qiro’at yang terkenal masyhur yang masing-masing memiliki langgam bacaan tersendiri. tiap imam qiro’at memiliki dua orang murid yang bertindak sebagai perawi. tiap perawi tersebut juga memiliki perbedaan dalam cara membaca qur’an. sehingga ada empat belas cara membaca al-qur’an yang masyhur.

  tujuh imam qiro’at dan empat belas perawi dengan sanad mutawatir yang bacaannya masyhur. mereka dipilih karena ketinggian ilmu, sifat amanah, dan lamanya mendalami qiro’at. ketujuh imam (bersama perawinya) adalah:
  1. Abu `Amru bin Al-Ala’ (perawinya adalah Ad-Duri dan As-Susi)
  2. Ibnu Katsir (perawinya adalah Al-Bazzi dan Qumbul)
  3. Nafi` Al-Madani (perawinya adalah Qalun dan Warsy)
  4. Ibnu Amir Asy-Syami (perawinya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan)
  5. `Ashim Al-Kufi (perawinya adalah Syu`bah dan Hafsh). qiro’at imam ashim riwayat hafsh inilah yang biasa kita baca.
  6. Hamzah Al-Kufi (perawinya adalah Khalaf dan Khalad)
  7. Al-Kisa’i Al-Kufi (perawinya adalah Abul Harits dan Ad-Duri)
     mengenai makna dari ‘tujuh huruf’ tersebut ada dua pendapat yang kuat. pertama adalah tujuh macam bahasa dari bahasa-bahasa arab mengenai satu makna: Quraisy, Hudzail, Saqif, Hawazin, Kinanah, Tamim, dan Yaman. kedua adalah tujuh macam perbedaan: Perbedaan isim, Perbedaan fi`il, Perbedaan i`rab, Perbedaan taqdim dan ta’khir, Perbedaan naqis dan ziyadah, Perbedaan ibdal, dan Perbedaan lahjah (tafkhim – tarqiq, fathah – imalah, izhar – idgham, hamzah – tashil, mad – qashr, isymam).

Qiro`ah Sab`ah adalah Qiro`ah Utsmani.

Pengertian ‘Tujuh Huruf’
Pendapat yang paling masyhur mengenai pentafsiran Sab’atu Ahruf adalah pendapat Ar- Razi dikuatkan oleh Az-Zarkani dan didukung oleh jumhur ulama. Perbedaan yang berkisar pada tujuh wajah;
1. Perbedaan pada bentuk isim , antara mufrad, tasniah, jamak muzakkar atau mu’annath. Contohnya,
وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (Al-Mukminun:
Lafad bergaris dibaca secara jamak لأمَانَاتِهِمْ dan mufrad لأمَانتِهِمْ.
2. Perbedaan bentuk fi’il madhi , mudhari’ atau amar. Contohnya,
فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَاٍ (Saba’ : 19)
Sebahagian qiraat membaca lafad ‘rabbana’ dengan rabbuna, dan dalam kedudukan yang lain lafad ‘ba’idu’ dengan ‘ba’ada’.
3. Perbedaan dalam bentuk ‘irab.
Contoh, lafad إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلا يُضَارَّ كَاتِبٌ (Al-Baqarah: 282) dibaca dengan disukunkan huruf ‘ra’ sedangkan yang lain membaca dengan fathah.
4. Mendahulukan (taqdim) dan mengakhirkan (ta’khir).
Contoh,
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَق (Surah Qaf: 19) dibaca dengan didahulukan ‘al-haq’ dan diakhirkan ‘al-maut’,وَجَاءَتْ سَكْرَةُالْحَق بِالْمَوْتِ . Qiraat ini dianggap lemah.
5. Perbedaan dalam menambah dan mengurangi.
Contoh ayat 3, Surah al-Lail,
وَمَا خَلَقَالذَّكَرَ وَالأنْثَى
Ada qiraat yang membuang lafad ‘ma kholaqo’(bergaris).
6. Perbedaan ibdal (ganti huruf).
Contoh, kalimah ‘nunsyizuha’ dalam ayat 259 Surah al-Baqarah dibaca dengan ‘nunsyiruha’ (‘zai’ diibdalkan dengan huruf ‘ra’).
7. Perbedaan lahjah
Seperti dalam masalah imalah, tarqiq, tafkhim, izhar, idgham dan sebagainya. Perkataan ‘wadduha’ dibaca dengan fathah dan ada yang membaca dengan imalah (teleng) dengan bunyi ‘wadduhe’ (sebutan antara fathah dan kasrah).


1. Ibnu ‘Amir
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi’in, belajar qira’at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi murid, dalam qira’atnya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan.
Dalam hal ini pengarang Asy-Syathiby mengatakan: “Damaskus tempat tinggal Ibnu ‘Amir, di sanalah tempat yang megah buat Abdullah. Hisyam adalah sebagai penerus Abdullah. Dzakwan juga mengambil dari sanadnya.
2. Ibnu Katsir
Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky, ia adalah imam dalam hal qira’at di Makkah, ia adalah seorang tabi’in yang pernah hidup bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik, dia wafat di Makkah pada tahun 120 H. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250 H. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H.
Asy-Syathiby mengemukakan: “Makkah tempat tinggal Abdullah. Ibnu Katsir panggilan kaumnya. Ahmad al-Bazy sebagai penerusnya. Juga….. Muhammad yang disebut Qumbul namanya.
3. ‘Ashim al-Kufy
Nama lengkapnya adalah ‘Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar, ia adalah seorang tabi’in yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di Kufah. Kedua Perawinya adalah; Syu’bah wafat pada tahun 193 H dan Hafsah wafat pada tahun 180 H.
Kitab Syathiby dalam sya’irnya mengatakan: “Di Kufah yang gemilang ada tiga orang. Keharuman mereka melebihi wangi-wangian dari cengkeh Abu Bakar atau Ashim ibnu Iyasy panggilannya. Syu’ba perawi utamanya lagi terkenal pula si Hafs yang terkenal dengan ketelitiannya, itulah murid Ibnu Iyasy atau Abu Bakar yang diridhai.
4. Abu Amr
Nama lengkapnya adalah Abu ‘Amr Zabban ibnul ‘Ala’ ibnu Ammar al-Bashry, sorang guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya, menurut sebagian orang nama Abu Amr itu nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Kedua perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H.
Asy-Syathiby mengatakan: “Imam Maziny dipanggil orang-orang dengan nama Abu ‘Amr al-Bashry, ayahnya bernama ‘Ala, Menurunkan ilmunya pada Yahya al-Yazidy. Namanya terkenal bagaikan sungai Evfrat. Orang yang paling shaleh diantara mereka, Abu Syua’ib atau as-Susy berguru padanya.
5. Hamzah al-Kufy
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu ‘Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang bekas hamba ‘Ikrimah ibnu Rabi’ at-Taimy, dipanggil dengan Ibnu ‘Imarh, wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 156 H. Kedua perawinya adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Dan Khallad wafat tahun 220 H. dengan perantara Salim.
Syatiby mengemukakan: “Hamzah sungguh Imam yang takwa, sabar dan tekun dengan Al-Qur’an, Khalaf dan Khallad perawinya, perantaraan Salim meriwayatkannya.
6. Imam Nafi.
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi’ ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na’im al-Laitsy, asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi’ berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H. Perawinya adalah Qalun wafat pada tahun 12 H, dan Warasy wafat pada tahun 197 H.
Syaikh Syathiby mengemukakan: “Nafi’ seorang yang mulia lagi harum namanya, memilih Madinah sebagai tempat tinggalnya. Qolun atau Isa dan Utsman alias Warasy, sahabat mulia yang mengembangkannya.
7. Al-Kisaiy
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah, seorang imam nahwu golongan Kufah. Dipanggil dengan nama Abul Hasan, menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H. Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H, dan ad-Dury wafat tahun 246 H. [4]
Inilah Qiraat yang 7, adapun tambahannya adalah:
8. Qiraat Ya’kub bin IshaQ Hadhrami. Meninggal 250 Hijrah.
9. Qiraat Khalaf bin Hisyam. Meninggal 229 Hijrah.
10. Qiraat Yazid bin Al- Qa’qa dikenali sebagai Abu Ja’far. Meninggal 130 Hijrah.
Disamping itu terdapat pula Qiraat 14, yakni ditambah :
11. Qiraat Hasan Al Bashri. Meninggal 110 Hijrah.
12. Qiraat Yahya bin Al Mubarak Al Yazid. Meninggal 202 Hijrah.
13. Qiraat Muhammad bin Abdurrahman yang dipanggil Ibnu Muhaishan. Meninggal 123 Hijrah.Q
14. iraat Abil- Faraj Muhammad bin Ahmad Asy- Syanbuzi. Meninggal 388 Hijrah.[5]
F. Syarat-Syarat Qiraat yang Muktabar dan Jenisnya
Untuk menangkal penyelewengan Qiraat yang sudah mulai muncul, para ulama membuat persyaratan-persyaratan bagi qiraat yang dapat diterima. Hal ini untuk membedakan Qiraat yang benar dan yang aneh/asing (Syazzah). Para ulama membuat tiga syarat. Pertama, Qiraat itu sesuai dengan bahasa Arab meskipun menurut satu jalan. Kedua, Qiraat itu sesuai dengan salah satu mushaf-mushaf utsmani. Ketiga, sahih sanadnya.
refrensi:
 http://imamul.wordpress.com/2009/01/28/pengantar-qiroat-sabah/


Selasa, 07 Februari 2012

bimbingan murottal juz 'amma anak-anak vol.1

side a:
http://www.mediafire.com/download.php?n0dr4n6nlu2b9uj
http://www.mediafire.com/download.php?68ma3rsrxc46m3x
http://www.mediafire.com/download.php?6vc1y76avssbzzq
http://www.mediafire.com/download.php?tuzuo50wa7uat7j
http://www.mediafire.com/download.php?3np04qvf24ld3nr
http://www.mediafire.com/download.php?apbabd466dmkjzv

side b:
http://www.mediafire.com/download.php?9a4q601zlemsk96
http://www.mediafire.com/download.php?06mqlyighf729a4
http://www.mediafire.com/download.php?ggj7wmxz8eszz5d
http://www.mediafire.com/download.php?dva445vyv4estoo
http://www.mediafire.com/download.php?98scufs2ydcmdvo

note:
gambungkan file2 yang telah di download dengan hjsplit, download softwarenya di sini http://www.mediafire.com/download.php?go15m4f2141hso7 Read More..

prestasi

Raih Prestasi Hingga Internasional
Senin, 12 Desember 2011 21:00:41 Raih Prestasi Hingga Internasional
Reporter: Nidhomatum .M.R

blokBojonegoro.com - Memiliki prestasi di Tingkat Lokal,  Tingkat Nasional dan Internasional pastinya menjadi kebanggaan tersendiri yang patut disyukuri. Hal itulah yang menjadi motivasi Rofiatul Muna, Pemenang Juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Internasional tahun 2009 di Yogyakarta, Indonesia.

Putri pasangan Abdul Hamid dan Nikmatin ini, memang semenjak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas III  sudah digembleng kedua orang tuanya untuk berkecimpung di dunia yang erat kaitannya dengan pedoman utama umat Islam, Alquran tersebut.


"Sejak kelas III orang tua saya sudah mengikutsertakan saya kursus-kursus qori' mbak, disamping itu juga belajar dari Bapak dan Ibu yang kebetulan juga mahir di bidang ini," ujar Rofiatul Muna saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com.


Ditambahkan, sebenarnya tidak mudah mendalami serta meningkatkan kemampuan melantunkan ayat-ayat Alquran. Sebab, suara dan cengkok pembacaan juga harus benar-benar memiliki keahlian. "Untuk menjaga suara, orang tua saya melarang makan makanan-makanan yang berminyak, dan makanan yang bisa mempengaruhi kualitas suara, hal itu diintruksikan sejak kecil," ungkapnya.


Ditambahkan, dari tahun ketahun ia bersyukur bisa terus meningkatkan prestasinya hingga tembus ke ajang internasional. Putri yang akrab dengan panggilan Muna ini telah meraih juara sejak kelas III SD, prestasi awalnya dimulai di ajang MTQ tingkat Kabupaten Bojonegoro tahun 2004 dalam ajang ini ia meraih juara I. Prestasi ini memberi jalan untuk melaju ke Tingkat Provinsi  tahun 2005 di Kota Sumenep, Madura, dengan prestasi Juara harapan I MTQ tingkat anak.  Setelah melaju ke Tingkat Provinsi, akhirnya ia bisa mewakili Indonesia ke tingkat Internasional tahun 2009 dengan prestasi juara I pula. Saat ini Muna fokus pada pembinaan jelang seleksi MTQ Tingkat Nasional kategori remaja, yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2012 di Ambon.


Namun, dibalik prestasinya yang membanggakan itu, siswi MAI Attanwir Sumberrejo Bojonegoro ini  menyayangkan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atas prestasi di bidang MTQ.


"Sebenarnya, saya tidak menginginkan apresiasi macam-macam mbak, namun  setidaknya lebih diperhatikan jangan  dianak tirikan, kadang kalau ada info pembinaan dari Provinsi saya tahunya bukannya dari pihak Pemkab, tapi dari sms teman luar daerah, padahal pemberitahuan melalui fax sudah sampai di meja dinas terkait," keluhnya. [lis] 

saya ambil dari :http://blokbojonegoro.com/read/module/20111212/raih-prestasi-hingga-internasional.html


satu lagi...
 
MEDAN (Waspada) : Pimpinan Majlis Ta’lim Jabal Noor Medan AlUstadz KH Zulfiqar Hajar berharap  kemenangan yang diraih Ja’far Hasibuan, 32, menjadi semangat baru bagi para qori di Sumut untuk  lebih gigih berlatih. Sebagaimana diketahui, qori asal Sumut yang mewakili Indonesia dalam MTQ  antar mahasiswa tingkat Internasional di Iran pada 3  10 Februari 2012 ini, berhasil meraih  juara pertama.

Hal itu disampaikan Zulfikar saat menyambut kedatangan Ja’far Hasibuan sekaligus acara syukuran  di kediamannya di Perumahan Lalang Green Land, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Sabtu (18/2).

Setibanya Bandara Polonia Medan, Ja’far disambut anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kabag Agama  dan Pendidikan Pemko Medan Drs Suhaidi, Al Ustadz KH Amiruddin MS dan Drs H Amhar Nasution MA,  Bawasiqoh Sumut Ucha Sinulingga dan Ketua Jam’iyyatul Qurra Drs H Fadhlan Zainuddin.

Dalam sambutan singkatnya di kediaman Ja’far Hasibuan, KH Zulfiqar Hajar  mengungkapkan rasa  gembira dan bangganya, karena muncul lagi qori berprestasi dari Indonesia, khususnya asal Sumut.  Hal ini, menunjukkan Sumut masih memiliki segudang qoriqoriah yang siap berprestasi dalam  bidang tilawah maupun tahfiz Alquran. Tidak saja di tingkat nasional, tapi juga di tingkat dunia  sebagaimana dibuktikan Ja’far Hasibuan.

“Apa yang diraih Ja’far Hasibuan di tingkat internasional ini, perlu mendapat penghargaan dari  pemerintah. Jangan olahragawan saja yang diberi penghargaan dari pemerintah jika meraih  prestasi, tetapi juga para peraih prestasi di bidang agama, khususnya dalam bidang Alquran layak  diberi penghargaan yang tinggi,” tegas KH Zulfiqar Hajar yang juga Ketua Komisi Dakwah dan  Pengembangan Masyarakat MUI Kota Medan.

Dia juga menjelaskan, keberadaan Majlis Ta’lim Jabal Noor bukan saja membimbing jamaah calon  haji, tapi hingga sekarang masih eksis membimbing dan mengajarkan anakanak membaca Alquran,  bahkan menghafal Alquran tanpa dipungut bayaran.

“Saya akan mengundang khusus qori dan qoriah serta hafiz dan hafizah untuk datang menyambut  Ja’far Hasibuan di Majlis Ta’lim Jabal Noor Jln. Ngalengko No 13 Medan dalam waktu dekat ini,”


Qori Indonesia Juara MTQ Internasional
 

TAHUN 2008 : Kuala Trengganu, Malaysia - Qori Indonesia, Mu`min Mubarok, berhasil meraih juara pertama untuk kategori pria dalam Musabaqoh Tilawatil Qur`an (MTQ) Internasional ke-50 di Taman Peradaban Islam di sini Senin malam.

Mu'min berhak hadiah uang senilai 28.552 ringgit Malaysia, tropi dan sertifikat. Hadiah yang sama juga diterima Fatimah Ha'ra'ti asal Thailand yang berhasil menjadi juara pertama untuk kategori putri.

Juara kedua kategori pria dimenangkan oleh Abdul Karim Mubarak dari Marokko sedangkan tempat ketiga dimenangkan Reza Mohammad Poor dari Iran.

Pada kelompok putri, juara kedua dan ketiga dimenangkan oleh Sharifah Khasif Fadzilllah Syed Mohd Badiuzzaman dari Malaysia dan Nurfaezah Emran dari Brunei Darussalam.

Pemenang kedua menerima hadiah senilai 10.164 ringgit Malaysia, sebuah tropi dan sertifikat dan pemenang ketiga menerima hadiah uang 6.776 ringgit Malaysia.

Pada kesempatan tersebut, juga diluncurkan dua buku yang diterbitkan dalam tiga bahasa - Melayu, Inggris dan Arab - oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim) untuk memperingati 50 tahun MTQ Internasional, demikian seperti dilaporkan Bernama. (*)






TAHUN 2005: London – Qari Indonesia Deden Muhammad Makhyaruddin berhasil meraih juara satu kategori bergengsi lomba hafalan Quran 30 juz dan tafsirnya pada Musabaqah Tahfiz, Tajwid, dan Tafsir Al-Quran (MTQ) Internasional di Kairo.
MTQ ke-6 yang memperebutkan Piala Raja Mohammed VI itu diselenggarakan di Casablanca, Maroko, kata Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Maroko Rahmat Azhari dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Rabu.
Ia menyebutkan bahwa MTQ diikuti oleh 52 peserta dari 34 negara memperlombakan dua kategori, yaitu tilawatil Quran dan hafalan Quran 30 juz dan tafsirnya.
Dewan juri MTQ itu terdiri atas 10 hakim dari berbagai negara Islam, katanya dan menambahkan bahwa Indonesia mengirimkan delegasi yang terdiri atas tiga orang yaitu Syarifuddin Ahmad sebagai ketua delegasi, Deden Makhyaruddin dan Muhammad Siddik bin Syafii.
Usai pengumuman pemenang, Duta Besar RI Tosari Widjaja didampingi staf menerima delegasi di Wisma Duta dan menyampaikan ucapan selamat atas capaian yang diraih yang tentunya menambah harumnya nama bangsa Indonesia.
MTQ digelar dari tanggal 4 hingga 7 Februari 2011, Dubes RI Tosari Widjaja didampingi PF. Pensosbud dan staf ikut menghadiri acara pembukaan bertempat di Masjid Hassan II Casablanca Maroko.
Menteri Wakaf dan Urusan Islam Ahmed Toufik membuka MTQ yang dihadiri Sekjen Majlis Ilmi A-la Maroko, Gubernur Casablanca, ulama-ulama Maroko serta para duta besar negara muslim sahabat, para dewan juri dan seluruh peserta musabaqah.
Prestasi Qari Indonesia pada MTQ ini, adalah untuk yang kedua kalinya, setelah Qari Irham Dongoran berhasil meraih juara II untuk jenis lomba yang sama pada tahun 2010.
MTQ diselenggarakan atas intruksi Raja Mohammed VI yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005 yang menghadirkan peserta dari negara-negara mayoritas penduduk beragama Islam, dan Indonesia selalu menerima undangan dan ikut serta setiap tahunnya.





tahun 2000: Prestasi Indonesia patut dibanggakan dalam lomba seni baca Alquran atau Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional," kata Menteri Agama (Menag), Said Aqiel Munawar

Di sela-sela kesibukannya menyaksikan malam final cabang Tilawah di arena STQ Nasional di Mataram, Kamis malam dia menjelaskan, pada setiap MTQ tingkat internasional qori dan qoriah Indonesia selalu meraih juara.

"Bahkan juara internasional tersebut sering direbut oleh qori dan qoriah asal NTB," katanya.

Dikatakannya, pada MTQ Internasional tahun 2000 yang dilaksanakan di Libya, juara I dan II diraih qori Indonesia, sedangkan pada MTQ Internasional di India juara I Qori juga diraih Indonesia atas nama Safarudin asal NTB.

Atas prestasi tersebut pemerintah memeberikan hadiah tiket naik haji ke Makkah.

Qori dan qoriah asal NTB cukup banyak yang pernah meraih juara internasional seperti Ahyar Rosidi, Safarudin dan Nurhasanah.

Menurut Menag, pembinaan terhadap qori dan qoriah terus dilakukan baik melalui pondok pesantren maupun Taman Pendidikan Alquran.

Melalui pembinaan tersebut diharapkan prestasi qori dan qoriah Indonesia akan tetap mampu bersaing di dunia internasional, sehingga nama Indoensia semakin harum.

Menag yang juga mantan qori terbaik tahun 1974 menjelaskan, qori dan qoriah tersebut tidak luntur dengan zaman atau usia dan dia tetap eksis kapan saja.

"Yang penting mereka mau mengamalkan ilmu yang mereka miliki," tambahnya.

Pada setiap pembukaan MTQ maupun STQ baik untuk tingkat propinsi maupun nasional, Menag selalu mengumandangkan suaranya termasuk pada pembukaan STQ di Mataram.

"Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi para qori dan qoriah agar tidak minder dalam menghadapi berbagai event yang dilaksanakan




tips agar suara merdu

Salah satu cara supaya suara merdu

Semua orang pasti ingin mempunyai suara yang merdu,apalagi bagi qori' lovers ni pastinya suara merdu adalah modal yang sangat dibutuhkan ketika qiro'ah Tapi gimana kalo suara anda gak merdu?? Wah, punya hobi qiro'ah tapi suaranya kurang merdu setidaknya akan mengurangi keindahan anda ber qiro'ah. Jangan khawatir, karena kali ini kita akan membahas sama2 supaya suara kita menjadi merdu.

Banyak info di internet bilang kalo ingin mempunyai suara merdu bisa mengunakan obat ramuan tradisional ini:

1. Siapkan 2 buah jeruk nipis, kapur sirih, garam, madu asli.
2. Pertama potong jeruk nipis menjadi dua bagian, peras dan ambil airnya.
3. Lalu campur dengan kapur sirih sedikit aja, dan garam seujung kuku.
4. Dan terakhir, masukan satu sendok makan madu asli, dan aduklah hinga rata.
5. Kemudian ramuan tersebut diminum sampe habis.

- Lakukan cara ini satu kali seminggu, sehingga dalem 1 bulan suara anda bisa jadi merdu, dan yang udah mempunyai suara merdu akan menjadi lebih merdu. Jika ingin suara merdu anda terpelihara, lakukan cara ini 2 kali sebulan agar suara anda merdu dan awet. (saya belum pernah mencoba jadi saya kurang tau apa ini berhasil apa gak, tapi kalo udah ada yang pernah nyoba, silahkan komen dan beritahu gimana hasilnya....)

Info berikut ini saya dapet bayangan disini. Jika anda ingin suara anda terawat, ada beberapa tips untuk merawat suara anda, yaitu:

1. Banyak minum air putih. Pita suara kita bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara tetap basah. Kalo kering nanti suaranya bisa serak. Makan buah yang mengandung kadar air tinggi juga bisa, seperti apel, pear, anggur, semangka, melon dll.

2. Hindari alkohol dan kafein.

3. Jangan terlalu banyak ngomong, suara kita juga perlu istirahat.

4. Jangan merokok. Kalo anda suka merokok tapi ingin menjadi penyanyi, segeralah berhenti. Karena rokok dapet menyebabkan kanker dan membuat iritasi pita suara.

5. Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi nada tinggi atau rendah. Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah, untuk menghindari tegangan yang berlebih pada otot. Jika terjadi tegangan berlebih untuk waktu yang lama bisa menyebabkan turunnya jangkauan nada suara.

6. Jangan menyalahgunakan suara anda, contohnya dengan berteriak, berbicara terlalu keras dll. Karena ini membuat suara kita jadi serak, dan serak ini maksudnya pita suara kita mengalali iritasi.

7. Ketika sakit hemat suara. Jadi misalnya anda lagi sakit demam, infeksi, batuk, pilek, sakit tenggorokan atau serak, sebaiknya jangan bernyanyi dulu karena ini akan memperlama masa penyembuhan anda dan suara anda malah bertambah serak.

8. Gunakan suara dengan baik. Saat anda berbicara harus hati2 jangan sampe kena luka, perhatikan cara bicara agar terhindar dari iritasi suara. Juga ketika berbicara kepada kelompok besar diluar gedung pertimbangkan penggunaan pengeras suara. Berbicara keras tanpa pengeras suara bisa menyebabkan ketegangan yang berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik pergunakan pengeras suara.

9. Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu. Kelembaban udara baik untuk suaramu.


Sebelum menyanyi sebaiknya melakukan pemanansan dulu, seperti:

1. Lakukan senam mulut dan lidah dipagi hari untuk pernafasan sikulasi yang baik. Bisa dilakukan di toilet, di kamar, tempat kerja dll.

2. Lakukan humming atau cooing dipagi hari untuk pemanasan suara.

3. Jikla ingin melakukan aktivitas suara yang kompleks atau pemanasan suara yang kompleks, sebaiknya melakukan pemanasan suara yang sederhana seperti do, re, mi, fa, sol, la, si do........diulang2.

4. lakukan pemansan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu dan rahang.

5. Setelah selesai latihan atau beraktivitas suara, lakukan pendinginan yang caranya serupa dengan pemanasan.

Sekarang anda udah tau tips dan trik membuat dan menjaga suara merdu. Tapi saya mempunyai cara sendiri supaya suara kita bisa merdu. Mau tau?? kalo pengen tau silahkan baca lebih lanjut.

Cara yang saya lakukan agar suara saya merdu sangatlah sederhana, caranya adalah dengan meminum madu asli minimal 1 kali sehari dan maksimal 3 kali sehari. Selain meminum madu setiap hari, latih juga suara anda dengan mendengar lagu favorit anda dan ikut bernyanyi. Pertama-tama suaranya memang masih kurang, tapi kalo anda udah sering melatihnya, maka suara anda akan merdu dan memiliki ciri khas tersendiri.

saya ambil dari:http://www.zimbio.com/member/aap1295/articles/KiLGXy2wnmF/Cara+Supaya+Suara+Merdu 


Hal-hal Yang Perlu Diketahui Oleh Para Qari' Dan Qari'ah



Seorang Qori' Qori'ah yang ingin sukses dalam penampilan bacaannya, maka harus mengetahui sekaligus mempraktekkan hal-hal yang disebutkan di bawah ini:

1. Nafas

adalah satu bagian yang sangat penting dalam seni baca Al-Qur'an. Seorang Qori' Qori'ah yang memiliki nafas panjang akan membaca kesempurnaan dalam bacaannya, akan terhindar dari waqaf (berhenti) yang bukan pada tempatnya (tanaffus) atau akan terhindar dari akhiran baca yang kurang harmonis karena kehabisan nafas dan juga dari bacaan yang terlalu cepat (tergesa-gesa) karena mengejar sampainya nafas.

Oleh karena itulah seorang qori' harus selalu berusaha memelihara dan meningkatkan masalah nafas ini dengan cara-cara sebagai berikut:

a. Senam Pernafasan

b. Lari, melatih nafas bisa juga dengan cara berlari terutama lari pagi. Adapun ukuran jauhnya untuk pertama kali latihan sekurang-kurangnya 1 km bolak-balik. Dan kalau ingin jauh (lebih lama lagi) lebih baik, asal tenaga masih mampu.

c. Renang, bisa juga untuk latihan memperpanjang nafas. Caranya sebagaimana aturan renang pada umumnya. Boleh juga dengan cara menyelam.

 
2. Suara

Bagian yang tidak kalah pentingnya lagi dalam seni baca Al-Qur'an adalah masalah suara, sebagaimana diketahui bahwa suara manusia itu banyak perubahan, sejalan dengan bertambahnya usia atau karena masa yang dialaminya, yaitu dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, tua sampai tua renta.

Dalam kaitannya dengan keperluan seni baca Al-Qur'an, maka yang paling banyak peranannya adalah masa akhir kanak-kanak, remaja dan dewasa. Dan perubahan-perubahan tersebut pada umumnya adalah dari kanak-kanak ke remaja di situlah akan terjadi perubahan-perubahan yang sangat mengejutkan yaitu antara usia 14 sampai 16 tahun. Suatu contoh, ketika masih anak-anak bisa bersuara lantang dan melengking serta nyaring dengan hanya memakai suara luar saja. Tetapi setelah menginjak usia remaja, maka suara tersebut sudah berubah total menjadi berat sekali.

Jika suara seperti ini dipakai untuk keperluan seni baca Al-Qur'an yang memerlukan suara/nada tinggi tentu sangat berpengaruh sekali dengan bacaannya, bahkan kalau dipaksakan bisa menjadi suara yang pecah.

Untuk itulah bagi para Qori' yang mengalami perubahan seperti itu harus menggabungkan suara luarnya dengan suara dalam, yaitu suara yang menekan. Memang pada awalnya kurang begitu enak didengar (kaku) dan tentunya memerlukan latihan secara kontinyu untuk bisa menggabungkan dengan baik manfaat lain dari suara tersebut adalah nafas bisa lebih hemat.

Perubahan-perubahan secara mencolok tersebut biasanya dialami oleh laki-laki, sedangkan suara pada umumnya memakai suara luar walaupun di antaranya ada juga yang memakai suara dalam.

Untuk memelihara serta menghaluskan suara memang ada beberapa hal yang harus dilakukan dan juga harus dijauhi, yaitu:

Makanan dan Minuman

Makanan-makanan yang harus dijauhi adalah yang banyak mengandung lemak (berminyak), seperti: gorengan-gorengan, makanan yang pedas, makanan yang keras, merokok, kalau buah-buahan seperti, nanas, pisang, salak, melinjo, pete, jengkol, dan lain-lain yang terdapat serat.

Sedangkan minuman-minuman yang harus dijauhi, seperti: es, minuman yang banyak santannya, kopi/teh yang terlalu banyak kadar gulanya, dan sebagainya.

Adapun hal-hal yang bisa memberatkan suara adalah seperti: makan yang terlalu kenyang, ketidakstabilan dalam tidur, yakni kekurangan atau terlalu banyak tidur.


Untuk menghaluskan serta menguatkan suara, seorang Qori' bisa melakukan cara-cara seperti yang disebutkan di bawah ini, yaitu:

  1. Membiasakan minum air masak yang sudah diembunkan di malam hari.
  2. Makan kuning telur ayam kampung, bisa juga dicampur dengan madu asli untuk menguatkan suara.
  3. Minum air putih, air jahe, dan air jeruk.
  4. Membiasakan puasa senin-kamis, bahkan setiap hari lebih baik lagi.
  5. Melakukan gurah, cara ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang sedikit sekali jumlahnya, yaitu dengan memakai ramuan-ramuan yang dicampuri bawang putih lalu dimasukkan ke hidung sampai keluar dahak-dahak yang ada di dalam hidung maupun tenggorokan. Biasanya + 1 jam lamanya, setelah itu diberi do'a-do'a (wirid-wirid) yang harus diamalkan pada waktu tertentu dan menjauhi makanan/minuman yang menjadi pantangannya.
Demikianlah usaha yang bisa dilakukan dalam pemeliharaan serta peningkatan masalah nafas dan suara. Sebaiknya untuk para Qori' mencari guru yang berpengalaman dalam bidang itu dan bertanya tentang berbagai hal yang berhubungan dengan seni baca Al-Qur'an, dan yang penting lagi adalah latihan secara kontinyu di segala waktu baik pagi, siang, sore, maupun malam. Tentunya jangan sampai mengganggu orang-orang di sekitar sedangkan manfaatnya, agar kita mempunyai suara yang bisa tahan di segala waktu. 


Cara Cepat Mempelajari Lagu-lagu Tilawatil Qur'an


Ada beberapa cara yang dianggap lebih cepat berhasil menguasai serta memahami lagu-lagu tilawatil Qur'an, sehingga bisa menyusun satu maqro' dengan komposisi lagu yang cukup sempurna, yaitu:

 
a. Melalui tape recorder

Alat ini banyak sekali manfaatnya dalam kaitannya mempercepat menguasai lagu-lagu tilawatil Qur'an, karena dengan sering mendengarkan, mempelajari serta mempraktekkan, maka lama-kelamaan akan melekatlah lagu-lagu tersebut ke dalam ingatan kita.

 
b. Menghafal tausyih

Di dalam bait-bait syair tausyih yang bisa dijadikan sebagai standar lagu-lagu tilawatil Qur'an itu terdapat cabang-cabang lagu yang cukup lengkap, sehingga dengan menghafal/mengingatnya akan dapat dengan mudah menerapkan ke dalam ayat-ayat Al-Qur'an.

 
c. Dengan Menghafal lagu basmalah

Maksudnya adalah menghafal basmalah tiap-tiap awal lagu (aslinya), seperti contoh lagu nahawand misalnya, jika sudah hafal basmalahnya maka untuk meneruskan kepada nada berikutnya akan lebih mudah. Jadi kuncinya adalah terletak pada basmalahnya.
 



Mengenal Bentuk Lagu-lagu Tilawatil Qur'an

 Bentuk lagu-lagu tilawatil Qur'an mempunyai banyak kelainan jika dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya, seperti lagu-lagu nyanyian misalnya, maka bisa dipelajari dengan cara menghafal not-notnya, seperti: Do Re Mi Fa Sol La Si Do, karena memang di situlah kuncinya dan juga biasanya lagu-lagu tersebut diiringi dengan musik.

Tapi lain halnya dengan lagu-lagu tilawatil Qur'an yang tidak bisa dipelajari dengan melalui not-not tersebut, sebab memang bentuk-bentuk gaya lagunya mempunyai ciri khas tersendiri di samping itu lagu-lagu tilawatil Qur'an tidak memakai alat musik untuk mengiringinya, kecuali untuk keperluan lagu-lagu qasidah yang sudah disederhanakan, dan juga karena kerumitan fariasi dan hoyahnya yang sulit sekali untuk dipelajari dengan menggunakan not.

Para guru Qurra' pada umumnya selalu memakai lagu-lagu selingan sebagai contoh untuk membawakan nada-nadanya, dan kadang-kadang juga memakai gerakan tangan untuk mengikutinya.

Contoh-contoh selingan tersebut seperti: 

ياليل .... ياليل ليل .... يايايا ياليل يا.... ليل .... ياليل
 

dikutip dari:http://qiraatman12jakarta.blogspot.com/2011/08/hal-hal-yang-perlu-diketahui-oleh-para.html



adab membaca al qur'an

Adab Membaca Al-Quran

Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:


1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.

Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, “Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.” (At-Tibyan, hal. 58-59)


2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Rosululloh bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.” (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)

Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.


3. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.

Alloh Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.


4. Membaguskan suara ketika membacanya.

Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.


5. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu’.

Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). Wallohu a’lam.


dikutip dari: Abu Hudzaifah Yusuf
Artikel www.muslim.or.id

syarat qiro'at

 
Macam-Macam Dan Syarat-Syarat Qiraat

1.      Macam-macam qiraat
a.       Dari segi kuantitas
1)      Qiraah sab’ah (qiraah tujuh)
Kata sab’ah artinya adalah imam-imam qiraat yang tujuh. Mereka itu adalah : Abdullah bin Katsir ad-Dari (w. 120 H), Nafi bin Abdurrahman bin Abu Naim (w. 169 H), Abdullah al-Yashibi (q. 118 H), Abu ‘Amar (w. 154 H), Ya’qub (w. 205 H), Hamzah (w. 188 H), Ashim ibnu Abi al-Najub al-Asadi.
2)      Qiraat Asyrah (qiraat sepuluh)
Yang dimaksud qiraat sepuluh adalah qiraat tujuh yang telah disebutkan di atas ditambah tiga qiraat sebagai berikut : Abu Ja’far. Nama lengkapnya Yazid bin al-Qa’qa al-Makhzumi al-Madani. Ya’qub (117 – 205 H) lengkapnya Ya’qub bin Ishaq bin Yazid bin Abdullah bin Abu Ishaq al-Hadrani, Khallaf bin Hisyam (w. 229 H)
3)      Qiraat Arba’at Asyarh (qiraat empat belas)
Yang dimaksud qiraat empat belas adalah qiraat sepuluh sebagaimana yang telah disebutkan di atas ditambah dengan empat qiraat lagi, yakni : al-Hasan al-Bashri (w. 110 H), Muhammad bin Abdurrahman (w. 23 H), Yahya bin al-Mubarak al-Yazidi and-Nahwi al-Baghdadi (w. 202 H), Abu al-Fajr Muhammad bin Ahmad asy-Syambudz (w. 388 H).
b.      Dari segi kualitas
Berdasarkan penelitian al-Jazari, berdasarkan kualitas, qiraat dapat dikelompokkan dalam lima bagian.
1)      Qiraat Mutawatir, yakni yang disampaikan sekelompok orang mulai dari awal sampai akhir sanad, yang tidak mungkin bersepakat untuk berbuat dusta. Umumnya, qiraat yang ada masuk dalam bagian ini.
2)      Qiraat Masyhur, yakni qiraat yang memiliki sanad sahih dengan kaidah bahasa arab dan tulisan Mushaf utsmani. Umpamanya, qiraat dari tujuh yang disampaikan melalui jalur berbeda-beda, sebagian perawi, misalnya meriwayatkan dari imam tujuh tersebut, sementara yang lainnya tidak, dan qiraat semacam ini banyak digambarkan dalam kitab-kitab qiraat.
3)      Qiraat Ahad, yakni yang memiliki sanad sahih, tetapi menyalahi tulisan Mushaf Utsmani dan kaidah bahasa arab, tidak memiliki kemasyhuran dan tidak dibaca sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan.
4)       Qiraat Syadz, (menyimpang), yakni qiraat yang sanadnya tidak sahih. Telah banyak kitab yang ditulis untuk jenis qiraat ini.
5)      Qiraat Maudhu’ (palsu), seperti qiraat al-Khazzani
6)      As-Suyuthi kemudian menambah qiraat yang keenam, yakni qiraat yang menyerupai hadits Mudraj (sisipan), yaitu adanya sisipan pada bacaan dengan tujuan penafsiran. Umpamanya qiraat Abi Waqqash.
2.      Syarat-syarat Qiraat
Untuk menangkal penyelewengan qiraat yang sudah muncul, para ulama membuat persyaratan-persyaratan bagi qiraat yang dapat diterima. Untuk membedakan antara yang benar dan qiraat yang aneh (syazzah), para ulama membuat tiga syarat bagi qiraat yang benar.
Pertama, qiraat itu sesuai dengan bahasa arab sekalipun menurut satu jalan.
Kedua, qiraat itu sesuai dengan salah satu mushaf-mushaf utsmani sekalipun secara potensial.
Ketiga, bahwa sahih sanadnya baik diriwayatkan dari imam qiraat yang tujuh dan yang sepuluh maupun dari imam-imam yang diterima selain mereka.
Setiap qiraat yang memenuhi kriteria di atas adalah qiraat yang tidak boleh ditolak dan harus diterima.
refrensi:.
http://makalahzaki.blogspot.com/2011/10/macam-macam-dan-syarat-syarat-qiraat.html
QIRO'AT SAB'AH

        qiro’at sab’ah atau qiro’at tujuh adalah macam-macam cara membaca al-qur’an yang berbeda. disebut qiro’at tujuh karena ada tujuh imam qiro’at yang terkenal masyhur yang masing-masing memiliki langgam bacaan tersendiri. tiap imam qiro’at memiliki dua orang murid yang bertindak sebagai perawi. tiap perawi tersebut juga memiliki perbedaan dalam cara membaca qur’an. sehingga ada empat belas cara membaca al-qur’an yang masyhur.
  tujuh imam qiro’at dan empat belas perawi dengan sanad mutawatir yang bacaannya masyhur. mereka dipilih karena ketinggian ilmu, sifat amanah, dan lamanya mendalami qiro’at. ketujuh imam (bersama perawinya) adalah:
  1. Abu `Amru bin Al-Ala’ (perawinya adalah Ad-Duri dan As-Susi)
  2. Ibnu Katsir (perawinya adalah Al-Bazzi dan Qumbul)
  3. Nafi` Al-Madani (perawinya adalah Qalun dan Warsy)
  4. Ibnu Amir Asy-Syami (perawinya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan)
  5. `Ashim Al-Kufi (perawinya adalah Syu`bah dan Hafsh). qiro’at imam ashim riwayat hafsh inilah yang biasa kita baca.
  6. Hamzah Al-Kufi (perawinya adalah Khalaf dan Khalad)
  7. Al-Kisa’i Al-Kufi (perawinya adalah Abul Harits dan Ad-Duri)
     mengenai makna dari ‘tujuh huruf’ tersebut ada dua pendapat yang kuat. pertama adalah tujuh macam bahasa dari bahasa-bahasa arab mengenai satu makna: Quraisy, Hudzail, Saqif, Hawazin, Kinanah, Tamim, dan Yaman. kedua adalah tujuh macam perbedaan: Perbedaan isim, Perbedaan fi`il, Perbedaan i`rab, Perbedaan taqdim dan ta’khir, Perbedaan naqis dan ziyadah, Perbedaan ibdal, dan Perbedaan lahjah (tafkhim – tarqiq, fathah – imalah, izhar – idgham, hamzah – tashil, mad – qashr, isymam).

Qiro`ah Sab`ah adalah Qiro`ah Utsmani.

Pengertian ‘Tujuh Huruf’
Pendapat yang paling masyhur mengenai pentafsiran Sab’atu Ahruf adalah pendapat Ar- Razi dikuatkan oleh Az-Zarkani dan didukung oleh jumhur ulama. Perbedaan yang berkisar pada tujuh wajah;
1. Perbedaan pada bentuk isim , antara mufrad, tasniah, jamak muzakkar atau mu’annath. Contohnya,
وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (Al-Mukminun:
Lafad bergaris dibaca secara jamak لأمَانَاتِهِمْ dan mufrad لأمَانتِهِمْ.
2. Perbedaan bentuk fi’il madhi , mudhari’ atau amar. Contohnya,
فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَاٍ (Saba’ : 19)
Sebahagian qiraat membaca lafad ‘rabbana’ dengan rabbuna, dan dalam kedudukan yang lain lafad ‘ba’idu’ dengan ‘ba’ada’.
3. Perbedaan dalam bentuk ‘irab.
Contoh, lafad إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلا يُضَارَّ كَاتِبٌ (Al-Baqarah: 282) dibaca dengan disukunkan huruf ‘ra’ sedangkan yang lain membaca dengan fathah.
4. Mendahulukan (taqdim) dan mengakhirkan (ta’khir).
Contoh,
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَق (Surah Qaf: 19) dibaca dengan didahulukan ‘al-haq’ dan diakhirkan ‘al-maut’,وَجَاءَتْ سَكْرَةُالْحَق بِالْمَوْتِ . Qiraat ini dianggap lemah.
5. Perbedaan dalam menambah dan mengurangi.
Contoh ayat 3, Surah al-Lail,
وَمَا خَلَقَالذَّكَرَ وَالأنْثَى
Ada qiraat yang membuang lafad ‘ma kholaqo’(bergaris).
6. Perbedaan ibdal (ganti huruf).
Contoh, kalimah ‘nunsyizuha’ dalam ayat 259 Surah al-Baqarah dibaca dengan ‘nunsyiruha’ (‘zai’ diibdalkan dengan huruf ‘ra’).
7. Perbedaan lahjah
Seperti dalam masalah imalah, tarqiq, tafkhim, izhar, idgham dan sebagainya. Perkataan ‘wadduha’ dibaca dengan fathah dan ada yang membaca dengan imalah (teleng) dengan bunyi ‘wadduhe’ (sebutan antara fathah dan kasrah).


1. Ibnu ‘Amir
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi’in, belajar qira’at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi murid, dalam qira’atnya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan.
Dalam hal ini pengarang Asy-Syathiby mengatakan: “Damaskus tempat tinggal Ibnu ‘Amir, di sanalah tempat yang megah buat Abdullah. Hisyam adalah sebagai penerus Abdullah. Dzakwan juga mengambil dari sanadnya.
2. Ibnu Katsir
Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky, ia adalah imam dalam hal qira’at di Makkah, ia adalah seorang tabi’in yang pernah hidup bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik, dia wafat di Makkah pada tahun 120 H. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250 H. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H.
Asy-Syathiby mengemukakan: “Makkah tempat tinggal Abdullah. Ibnu Katsir panggilan kaumnya. Ahmad al-Bazy sebagai penerusnya. Juga….. Muhammad yang disebut Qumbul namanya.
3. ‘Ashim al-Kufy
Nama lengkapnya adalah ‘Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar, ia adalah seorang tabi’in yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di Kufah. Kedua Perawinya adalah; Syu’bah wafat pada tahun 193 H dan Hafsah wafat pada tahun 180 H.
Kitab Syathiby dalam sya’irnya mengatakan: “Di Kufah yang gemilang ada tiga orang. Keharuman mereka melebihi wangi-wangian dari cengkeh Abu Bakar atau Ashim ibnu Iyasy panggilannya. Syu’ba perawi utamanya lagi terkenal pula si Hafs yang terkenal dengan ketelitiannya, itulah murid Ibnu Iyasy atau Abu Bakar yang diridhai.
4. Abu Amr
Nama lengkapnya adalah Abu ‘Amr Zabban ibnul ‘Ala’ ibnu Ammar al-Bashry, sorang guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya, menurut sebagian orang nama Abu Amr itu nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Kedua perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H.
Asy-Syathiby mengatakan: “Imam Maziny dipanggil orang-orang dengan nama Abu ‘Amr al-Bashry, ayahnya bernama ‘Ala, Menurunkan ilmunya pada Yahya al-Yazidy. Namanya terkenal bagaikan sungai Evfrat. Orang yang paling shaleh diantara mereka, Abu Syua’ib atau as-Susy berguru padanya.
5. Hamzah al-Kufy
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu ‘Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang bekas hamba ‘Ikrimah ibnu Rabi’ at-Taimy, dipanggil dengan Ibnu ‘Imarh, wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 156 H. Kedua perawinya adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Dan Khallad wafat tahun 220 H. dengan perantara Salim.
Syatiby mengemukakan: “Hamzah sungguh Imam yang takwa, sabar dan tekun dengan Al-Qur’an, Khalaf dan Khallad perawinya, perantaraan Salim meriwayatkannya.
6. Imam Nafi.
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi’ ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na’im al-Laitsy, asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi’ berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H. Perawinya adalah Qalun wafat pada tahun 12 H, dan Warasy wafat pada tahun 197 H.
Syaikh Syathiby mengemukakan: “Nafi’ seorang yang mulia lagi harum namanya, memilih Madinah sebagai tempat tinggalnya. Qolun atau Isa dan Utsman alias Warasy, sahabat mulia yang mengembangkannya.
7. Al-Kisaiy
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah, seorang imam nahwu golongan Kufah. Dipanggil dengan nama Abul Hasan, menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H. Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H, dan ad-Dury wafat tahun 246 H. [4]
Inilah Qiraat yang 7, adapun tambahannya adalah:
8. Qiraat Ya’kub bin IshaQ Hadhrami. Meninggal 250 Hijrah.
9. Qiraat Khalaf bin Hisyam. Meninggal 229 Hijrah.
10. Qiraat Yazid bin Al- Qa’qa dikenali sebagai Abu Ja’far. Meninggal 130 Hijrah.
Disamping itu terdapat pula Qiraat 14, yakni ditambah :
11. Qiraat Hasan Al Bashri. Meninggal 110 Hijrah.
12. Qiraat Yahya bin Al Mubarak Al Yazid. Meninggal 202 Hijrah.
13. Qiraat Muhammad bin Abdurrahman yang dipanggil Ibnu Muhaishan. Meninggal 123 Hijrah.Q
14. iraat Abil- Faraj Muhammad bin Ahmad Asy- Syanbuzi. Meninggal 388 Hijrah.[5]
F. Syarat-Syarat Qiraat yang Muktabar dan Jenisnya
Untuk menangkal penyelewengan Qiraat yang sudah mulai muncul, para ulama membuat persyaratan-persyaratan bagi qiraat yang dapat diterima. Hal ini untuk membedakan Qiraat yang benar dan yang aneh/asing (Syazzah). Para ulama membuat tiga syarat. Pertama, Qiraat itu sesuai dengan bahasa Arab meskipun menurut satu jalan. Kedua, Qiraat itu sesuai dengan salah satu mushaf-mushaf utsmani. Ketiga, sahih sanadnya.
refrensi:
 http://imamul.wordpress.com/2009/01/28/pengantar-qiroat-sabah/


bimbingan murottal juz 'amma anak-anak vol.1

side a:
http://www.mediafire.com/download.php?n0dr4n6nlu2b9uj
http://www.mediafire.com/download.php?68ma3rsrxc46m3x
http://www.mediafire.com/download.php?6vc1y76avssbzzq
http://www.mediafire.com/download.php?tuzuo50wa7uat7j
http://www.mediafire.com/download.php?3np04qvf24ld3nr
http://www.mediafire.com/download.php?apbabd466dmkjzv

side b:
http://www.mediafire.com/download.php?9a4q601zlemsk96
http://www.mediafire.com/download.php?06mqlyighf729a4
http://www.mediafire.com/download.php?ggj7wmxz8eszz5d
http://www.mediafire.com/download.php?dva445vyv4estoo
http://www.mediafire.com/download.php?98scufs2ydcmdvo

note:
gambungkan file2 yang telah di download dengan hjsplit, download softwarenya di sini http://www.mediafire.com/download.php?go15m4f2141hso7 Read More..